Bus Passenger Counter adalah perangkat kompak dan otonom yang menggunakan teknologi visi stereoskopik non-kontak. Alat ini dirancang untuk menghitung penumpang yang naik dan turun melalui pintu bus atau gerbong. Selain itu, perangkat ini juga dapat digunakan untuk menghitung orang yang masuk atau keluar dari gedung maupun area dengan akses terbatas. Dengan sistem ini, operator dapat memperoleh data jumlah penumpang secara lebih akurat. Karena itu, Bus Passenger Counter sangat berguna untuk transportasi umum dan manajemen fasilitas.
Manfaat Sistem Penghitungan Penumpang
Bus Passenger Counter membantu operator membandingkan data tarif dengan jumlah penumpang yang sebenarnya. Selain itu, data ini juga dapat dipakai untuk memvalidasi jumlah penumpang sebagai dasar pembayaran kepada perusahaan transportasi. Sistem ini juga bermanfaat untuk menjadwalkan perawatan dan pembersihan kendaraan berdasarkan tingkat penggunaan. Dengan demikian, pengelolaan armada menjadi lebih efisien. Selain itu, operator dapat menganalisis beban kendaraan berdasarkan wilayah, waktu, atau faktor lain. Hasilnya, kualitas layanan dapat dipantau dengan lebih baik.
Spesifikasi Utama
-
Catu daya: DC 8V – 40V
-
Lebar pintu kendaraan: 40 cm – 130 cm
-
Tinggi pintu kendaraan: 1,8 m – 2,4 m
-
Keterlambatan pemrosesan: 100 ms
-
Jenis transmisi: RS232 atau RS485
-
Baud rate: 9600 bps
-
Kecepatan arus penumpang tercepat: 2,7 m/s
Konfigurasi Dasar
Sistem Bus Passenger Counter terdiri dari beberapa komponen utama.
1. Sensor (HPC086-S)
Sensor dipasang di langit-langit pintu. Fungsinya adalah menghitung orang yang masuk atau keluar dari bus.
2. Prosesor (HPC086-P)
Prosesor mengumpulkan dan memproses data. Setelah itu, data dikirim ke modul penyimpanan kartu SD atau ke modul GPRS.
3. Kabel data
Kabel data menghubungkan host pintu depan dan pintu belakang.
4. Saklar kontrol gerbang (HPC086-M)
Saklar ini mengontrol apakah prosesor aktif atau tidak. Ketika medan magnet terdeteksi di sekitar saklar, lampu sinyal magnet akan menyala. Setelah itu, sensor berhenti menghitung.
Solusi Opsional
1. Penyimpanan kartu SD (HPC086-SD)
Pada solusi ini, data disimpan langsung di kartu SD. Selanjutnya, data dapat diambil dari kartu SD dan diperiksa di komputer. Solusi ini cocok jika bus tidak memiliki WiFi maupun GPRS.
2. Modul GPRS (HPC086-G)
Pada opsi ini, data dikirim ke server secara real-time melalui modul GPRS. Karena itu, bus harus memiliki dukungan GPRS. Selain itu, diperlukan software GPRS untuk melihat data di sistem backend.









There are no reviews yet.